Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

"PULANG" Sahabat Pinggiran : Antara Kebahagiaan Oleh Tuan dan Kebahagiaan Dari Tuhan

Gambar
Cakrawala Sultra™| La Ode Muhamad Fardan' Kampung Halaman dan Masyarakat Pinggiran Melodi kebahagiaan sejatinya dimiliki setiap insan dengan mereka orang-orang/masyarakat pinggiran, namun terkadang harus tersisihkan oleh ‘kejamnya kehidupan’Sehingga tidak jarang terjadi kelaparan dan penderitaan yang begitu memilukan walaupun semua itu hanyalah ujian, ujian kehidupan yang diberikan Tuhan“Dan sungguh akan Kami berikan ujian kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”(Q.S. Al-Baqarah: 155) Orang-orang pinggiran…Bersabarlah atas segala yang kau rasakan Kebahagiaan pasti kan dihadirkan Tuhan bagi mereka yang selalu berikhtiar dengan kesungguhan Bukan hanya berpangku tangan menunggu datangnya keajaiban “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri ” (Q.S. Ar-Ra’du: 11) Andaikan ku bisa memainkan irama ...

Opini " PULANG "

Gambar
La Ode Muhamad Fardan   Catatan Opini D4Ni "BERHENTILAH dari BERHENTI " Tidak ada yang benar-benar berhenti; Jika Lampu HIJAUmenyala, maka kendaraan Anda yang bergerak. Jika lampu MERAH ; kendaraan lain yang bergerak; dan jika lampu KUNING , Anda pun sedang bersiaga, bersiap untuk bergerak.   Sahabat Remaja, siapakah di antara Kita yang hidupnya tidak memiliki masalah? Wow, pasti tidak ada, sebab masalah itu harus selalu ada sehingga kita bisa berprestasi dalam hidup ini. Yang penting bukan masalahnya, tapi Kita nya, yakni bagaimana cara Kita menyikapi masalah yang ada, mulai dari masalah yang kecil hingga masalah yang tidak mudah. “MASALAH” memiliki karakter yang temporer (sementara –pen) atau fana, sehingga yakinlah, selama Kita masih bernafas di dunia yang fana ini, maka tidak ada masalah yang abadi. Kita pun dihadirkan sebagai manusia, sebaik-baiknya ciptaan Tuhan, sehingga tidak perlu takut dengan masalah yang fana. Lagi pul...

PULANG : Teringat Keindahan 10 Tahun Silam

Gambar
Cakrawala Sultra™| "Kenangan" Mengingatkan Tentang Keindahan Kampung Halamanku 10 tahun silam Apa kabar duniaku?  kembali aku menghirup udaramu dengan rasa yang sangat-sangat baru. Akhir-akhir ini cuacamu sangat tak menentu, menemani akhir pekan yang aku rasa semakin ambigu/tidak jelas untuk dinimati. Tapi tak apalah, mau gimana lagi, tak mungkin kusalahkan kau tentang buruk dan baiknya cuacamu, karena aku merasa yakin bahwa kau tak beraslah dan tak punya andil dalam perubahan itu. Kau tahu kampungku? kampungku berada dipelosok daerah sana. Dulu, ketika saya masih berumur enam hingga sepuluhan tahun, banyak orang-orang tak mengenal kampungkuu, bahkan ada nada menghina tersirat dalam ucapan orang-orang itu. Namun aku masih bangga terhadap kampungku itu. Tahu kenapa? Karena saya merasa kampungku memiliki segalanya, ya, alam yang melimpah, tetangga yang menebar senyum, ramah tamah dalam silaturahmi, masih banyak hutan yang dapat dilihat, dan juga kepelosokannya kukira. ...

Suaraku Seputar Dki Jakarta

Gambar
Cakrawala Sultra™| Pemimpin Harus Tegas Tanpa Harus Kasar Seorang pemimpin harus tegas tanpa harus kasar. Ungkapan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tersebut menjadi sinyal figur calon Gubernur DKI Jakarta tahun 2017. Warga Jakarta mendambakan sosok gubernur pekerja yang mengetahui persoalan yang membelit kota megapolitan ini, berani bertindak tegas tanpa harus kasar. Dia pun harus berani mengambil risiko, melayani dan mennaggapi. Jangan bossy, hanya menunggu laporan, dan enggan berdialog dengan warganya. Warga Jakarta jangan terlena pencitraan melalui pidato dan janji. Pun, karena di ibukota ini banyak orang pintar, sosok gubernur jangan hanya berteori. Warga Jakarta tak membutuhkan wacana! Menuju pelaksanaan pemilihan gubernur tahun 2017, warga Jakarta mulai memperdebatkan sosok pemimpin Jakarta. Sejumlah kelompok masyarakat memunculkan figur versinya seraya menjajakan sosok bakal calon (balon) gubernur. Suasana menjadi ramai karena gubernur petahana tak jarang bersi...

Pemimpin Layak untuk di Pilih

Gambar
Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2017 di tujuh provinsi, termasuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, 76 kabupaten, dan 18 kota dilaksanakan tanggal 15  Februari 2017. Presiden memutuskan hari Rabu tanggal 15 Februari 2017 sebagai libur nasional guna memberikan kesempatan bagi warga menggunakan hak pilihnya. Pilkada merupakan pemilihan tingkat lokal yang digelar di masing-masing daerah yang menyelenggarakannya. Pemilih hanya bisa memberikan hak suaranya di daerah yang menyelenggarakannya. Bagi warga Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta adalah pelaksanaan kedaulatan rakyat di DKI Jakarta. Warga DKI Jakarta berbondong-bondong ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menggunakan hak pilihnya serta mengawasi pemungutan dan penghitungan suara di tempat pemilihannya masing-masing. Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta mengumumkan jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap) 7.108.589 yang tersebar di J...

Dalam Pandangan Pemilukada

Gambar
Cakrawala Sultra™| Dalam Pandangan Menata Ulang Pemilukada Pelemik pemilihan umum kepala/wakil kepala daerah (pemilukada) menghangat di ujung periode Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Jika dipetakan, pemilukada secara langsung dan tak langsung atau melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) memiliki permasalahan pada tahapan persiapan, pelaksanaan, dan penetapan. Untuk pemilukada secara langsung, permasalahan pada tahapan persiapan seperti tingginya biaya penyelenggaraan, banyaknya bakal calon memiliki uang, populer, dan/atau kerabat; cenderungnya incumbent mengerahkan sumberdaya pemerintah daerah untuk berkampanye (terselubung). Solusi tingginya biaya penyelenggaraan antara lain, partai dilarang menerima imbalan dari calon kepala/wakil kepala daerah, penyelenggaraan serentak, pembatasan kampanye seperti meniadakan rapat umum, dan penyediaan dan pemasangan alat peraga dan iklan kampanye oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Solusi banyaknya bakal c...

Dalam Politik Kekeluargaan

Gambar
Menyuburkan Politik Dinasti Benar-benar buyar harapan untuk mewujudkan demokrasi yang sejati sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Mahkamah Konstitusi (MK) melegalkan politik kekerabatan atau politik dinasti yang menjadi parasit demokrasi. Karena pertimbangan bahwa konstitusi menjamin setiap orang bebas dari perlakuan diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapat perlindungan terhadap perlakuan diskriminatif, MK membatalkan syarat calon kepala daerah/calon wakil kepala daerah yang tidak mempunyai konflik kepentingan dengan petahana ( incumbent ). Dalam pertimbangannya, MK menyatakan, ketentuan larangan konflik kepentingan merupakan pembedaan perlakuan yang semata berdasarkan kelahiran dan status kekerabatan seseorang. MK berpendapat, pemaknaan frasa ”tidak memiliki konflik kepentingan dengan petahana” bisa menimbulkan ketidakpastian hukum karena diserahkan kepada penafsiran setiap orang sesuai kepentingannya. Dalam putusannya, MK memang...

Kehidupan Dalam Politik Kekeluargaan "Dinasti"

Gambar
Oleh : La Ode Muhamad Fardan Sarjana Ilmu Komunikasi / Fisip UHO Univesitas Halu Oleo Kendari Banyak orang resah mengapa pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (pemilukada) melegitimasi dinasti politik dan pesta keluarga. Anak, istri, suami, kakak, adik, sepupu, dan ipar pejabat daerah, baik kepala daerah atau wakil kepala daerah maupun pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), terpilih menjadi kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah. Bagaimana mengakhiri politik dinasti dan pesta keluarga dalam pemilukada? Adriatma Dwi Putra, menggantikan ayahnya, "Asrun" sebagai Walikota terpilih tahun ini. pasangan ini (ADP-SUL) mereka terpilih lewat pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah (pemilukada/Walikota) , yang disebut-sebut sebagai pesta demokrasi. Adriatma Dwi Putra atau biasa dikenal dengan nama ADP dalam dunia perpolitikan kota kendari adalah anak Walikota Kendari yang masih menjabat sebagai Walikota hingga diujung tahun ini, dimana...

Sayap Partai Politik Dalang Korupsi

Gambar
Jelang pilkada 2017, suhu perpolitikan mulai memanas. Seluruh partai politik dan kadernya mulai menunjukkan eksistensi untuk seolah-olah menebar kebaikan pada publik. Selain itu, upaya saling melakukan manuver politik terhadap lawan politiknya mulai kelihatan, dengan cara menjatuhkan citra partai politik. Lebih-lebih menjatuhkan citra partai politik yang korup.  Keberadaan partai politik (parpol) ternyata merupakan  sumber korupsi. Kita lihat saja keterlibatan petinggi partai politik dalam masalah korupsi di Indonesia termasuk dalam kasus Hambalang, kasus Suap Daging Import dan kasus Bank Century (salah satu contoh kasus tahun-tahun kemarin), Elite politik  yang duduk sebagai wakil rakyat seharusnya mampu menjadi teladan yang baik bagi konstituenya, bukan sebaliknya melakukan praktik korupsi uang negara. Elite politik sejatinya adalah sarang kehancuran demokrasi dan porak porandanya peradaban bangsa Indonesia. Keberadaan partai politik justru menumbuhsuburkan praktek k...