Kami Menderita Tiada Akhir
Menjelang Ramadhan sudah didahului dengan barang-barang kebutuhan pokok naik. Tak ada kebutuhan dasar yang tidak naik. Semuanya sudah naik. Hidup di Republik ini bagi rakyat jelata seperti hidup di neraka. Siksaan dan penderitaan terus mendera. Terus bertambah bagi rakyat jelata. "Bukannya berkurang". Apa yang akan dimakan rakyat jelata Ramadhan nanti? Adakah mereka masih akan dapat melaksanakan buka puasa atau sahur? Rakyat jelata yang hidupnya terus dihimpit siksaan dan penderitaan itu, mereka hanya pasrah terhadap kenyataan hidup yang sangat pahit ini. Di pusat kota Jakarta pun, ada keluarga yang hanya mampu buka puasa dengan singkong rebus dan tempe rebus plus garam. Mereka bertahan dengan kehidupannya. Mereka jalani kehidupannya dengan sabar. Tidak mengeluh. Sementara itu, harga beras terus melambung, dan semakin banyak rakyat tidak mampu membeli. Hatta beras yang paling murah sekalipun. Karena tingkat pendapatan rakyat jelata sangat kecil. Tidak mampu memb...