Postingan

Dalam Politik Kekeluargaan

Gambar
Menyuburkan Politik Dinasti Benar-benar buyar harapan untuk mewujudkan demokrasi yang sejati sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Mahkamah Konstitusi (MK) melegalkan politik kekerabatan atau politik dinasti yang menjadi parasit demokrasi. Karena pertimbangan bahwa konstitusi menjamin setiap orang bebas dari perlakuan diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapat perlindungan terhadap perlakuan diskriminatif, MK membatalkan syarat calon kepala daerah/calon wakil kepala daerah yang tidak mempunyai konflik kepentingan dengan petahana ( incumbent ). Dalam pertimbangannya, MK menyatakan, ketentuan larangan konflik kepentingan merupakan pembedaan perlakuan yang semata berdasarkan kelahiran dan status kekerabatan seseorang. MK berpendapat, pemaknaan frasa ”tidak memiliki konflik kepentingan dengan petahana” bisa menimbulkan ketidakpastian hukum karena diserahkan kepada penafsiran setiap orang sesuai kepentingannya. Dalam putusannya, MK memang...

Kehidupan Dalam Politik Kekeluargaan "Dinasti"

Gambar
Oleh : La Ode Muhamad Fardan Sarjana Ilmu Komunikasi / Fisip UHO Univesitas Halu Oleo Kendari Banyak orang resah mengapa pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (pemilukada) melegitimasi dinasti politik dan pesta keluarga. Anak, istri, suami, kakak, adik, sepupu, dan ipar pejabat daerah, baik kepala daerah atau wakil kepala daerah maupun pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), terpilih menjadi kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah. Bagaimana mengakhiri politik dinasti dan pesta keluarga dalam pemilukada? Adriatma Dwi Putra, menggantikan ayahnya, "Asrun" sebagai Walikota terpilih tahun ini. pasangan ini (ADP-SUL) mereka terpilih lewat pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah (pemilukada/Walikota) , yang disebut-sebut sebagai pesta demokrasi. Adriatma Dwi Putra atau biasa dikenal dengan nama ADP dalam dunia perpolitikan kota kendari adalah anak Walikota Kendari yang masih menjabat sebagai Walikota hingga diujung tahun ini, dimana...

Sayap Partai Politik Dalang Korupsi

Gambar
Jelang pilkada 2017, suhu perpolitikan mulai memanas. Seluruh partai politik dan kadernya mulai menunjukkan eksistensi untuk seolah-olah menebar kebaikan pada publik. Selain itu, upaya saling melakukan manuver politik terhadap lawan politiknya mulai kelihatan, dengan cara menjatuhkan citra partai politik. Lebih-lebih menjatuhkan citra partai politik yang korup.  Keberadaan partai politik (parpol) ternyata merupakan  sumber korupsi. Kita lihat saja keterlibatan petinggi partai politik dalam masalah korupsi di Indonesia termasuk dalam kasus Hambalang, kasus Suap Daging Import dan kasus Bank Century (salah satu contoh kasus tahun-tahun kemarin), Elite politik  yang duduk sebagai wakil rakyat seharusnya mampu menjadi teladan yang baik bagi konstituenya, bukan sebaliknya melakukan praktik korupsi uang negara. Elite politik sejatinya adalah sarang kehancuran demokrasi dan porak porandanya peradaban bangsa Indonesia. Keberadaan partai politik justru menumbuhsuburkan praktek k...

Panggung Sandiwara "Demokrasi Negeri Dongeng"

Gambar
Cakrawala Sultra™ | Bangsa ini pernah menjadi bangsa besar dan meninggalkan karya yang monumental dalam sejarah.  Jaman dulu mungkin masyarakatnya hidup rukun,saling menghormati, senang bekerja sama, sangat percaya kepada Tuhan semesta alam dan tidak suka merasa paling benar. Sementara sumber daya alam pendukung yang  ada, dimanfaatkan dengan sangat bijaksana tanpa keserakahan dan kerakusan. Kekayaan alam kita, telah mengundang orang-orang eropa untuk datang dan ingin menguasainya. Karena para leluhur bangsa ini baik hati, kedatangan bangsa eropa itu juga disambut dengan tangan terbuka.Bahkan ketika sumber daya alam mulai mereka bawa, tetap santai saja, karena percaya kekayaan kita tak akan habis dalam waktu sebentar.  Sebagai bangsa yang biasa hidup kaya raya tentu haruslah bersikpa pemurah dan suka memberi kepada sesama. Kita sesungguhnya tak pernah di jajah. Mungkin sejarah yang mencatat bahwa kita di jajah Belanda 350 tahun itu memang salah. Saya pernah mendengar dan...

Nostalgia Putih - Abu abu "Cerita Lampau"

Gambar
Kita yang dewasa" Mengenang Masa Kecil 📝☺📚 Kita yang lebih tua ... Sayangilah mereka yang masih kecil .. Hargailah mereka yang masih muda ... Cintailah mereka yang lebih kecil dengan bahasa terindahmu .. Hormatilah mereka dengan tidak mengindahkan perkataannya dengan kebijaksanaanmu ... Orang tua yang bijaksana adalah orang tua yang bisa menempatkan kapan dia harus menjadi watak penuh kedewasaan dan menjadi lapang menerima pendapat orang yang lebih muda .. Jangan sakiti mereka dengan kedigdayaanmu sebagai orang tua yang harus terus dihormati,mereka juga manusia seperti dulu kau meminta uang saku padamu dan menangis saat mereka tak meluluskan permintaan manjamu ... Renungkanlah, Sesuatu yang besar ada, karena ada yang kecil .. Setiap orang pasti pernah menjadi jiwa yang penuh keegoisan masa muda ...

MENAKAR IDEALISME CALON REKTOR UHO SOSOK PIMPINAN IDAMAN

Gambar
Cakrawala Sultra™ |  Oleh : Riski Ishak (KETUA FORKOM B2K)   Riski Ishak Afif : Ketua Umum Forum Komunikasi Bau-Bau "Kendari" Selepas sholat dhuhur kemarin kembali hati ini terhenyak, bingung, gelisah dan bertanya-tanya setelah mendengar tentang pemilihan rektor yang untuk kesekian kalinya kembali tertunda. Temanku Aqil memberitahu bahwa alasan penundaannya karena belum rampungnya pemeriksaan berkas oleh KPK dan PPATK utamanya terkait dengan transaksi-transaksi keuangan.  Kemudian Aqil melanjutkan pembicaraannya dengan mengutip pernyataan di Koran Kendari Pos tertanggal 23 Maret 2017 yang menyatakan bahwa Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi tidak ingin gegabah dalam menyalurkan suara yang besarnya 35% atau setara dengan 54.38 suara. Mendengar petikan kalimat kedua dari saudaraku Aqil, mendadak hati ini menjadi tenang, penuh optimisme dan mendukung sepenuhnya upaya dan langkah hati-hati dan cermat yang dilakukan oleh Menteri, Bpk ...

Kompas Politik Sultra

Gambar
#Kompas_Politik #Kota_Kendari #Kota_Bertaqwa #Keren_Politiknya_Sultra Tidak sedikit orang yang merasa kecewa karena mengalami kegagalan saat telah melewati perjalanan dan persaingan yang ketat, misalnya Pilihan Legislatif. Pertarungan yang demikian keras telah banyak menyita waktu, tenaga, dana, pikiran dan juga perasaan. Kobaran semangat di awal untuk meraih kemenangan yang diharapkan bisa jadi berujung tak memenuhi harapan dan keinginan. Keinginan yang kuat amibisi yang hebat memang halal dalam persaingan demokrasi. Menjajakan gagasan, menawarkan diri yang terbaik selama masa kampanye memang sebuah keharusan, tidak ada yang salah dalam dunia demokrasi kita saat ini. Cara apapun ternyata ditempuh asalkan dapat memberikan jaminan “esok milikmu”. Ketika segala cara itu seakan dilegitimasi halal oleh publik termasuk money politik, semuanya menjadi berubah. Pertarungan dan persaingan lebih kepada persaingan modal, siapa yang yang banyak modal ia yang paling mungkin mendapat...