Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017

Kisah tentang Nur Alam (Gubernur-Sultra) Jilid : 1

Gambar
     Pelangi dan Badai Karir Nur Alam Pelangi dan Badai Karir Nur Alam ZONASULTRA.COM, KENDARI  – Jika Anda bertanya siapa figur berpengaruh di Sulawesi Tenggara (Sultra), maka orang-orang, termasuk “om Google” akan merujuk ke satu nama, Nur Alam. Ia paripurna di tiga fondasi pencapaian manusia modern, sukses berenterpreneurship (bisnis), cemerlang di kancah politik, dan jadi manusia pilihan “number one” dari 2,7 juta penduduk Sultra. Minggu, 9 Juli 2017 Nur Alam tepat berusia setengah abad (50 tahun). lahir di Konda (sekarang berada di wilayah administrasi Konawe Selatan) pada hari Minggu, 1967 silam. Mungkin sebuah kebetulan, pertemuan hari yang sama persis lagi istimewa ini harus direnunginya dalam jeruji besi KPK di Rutan Guntur dengan dua status, tersangka yang ditahan dan gubernur nonaktif. Dalam berbagai biografi hidupnya, diceritakan Nur Alam terlahir bukan dari marga dinasti para raja atapun keluarga kaya, namun dari masyarakat desa yang sederhana...

Kisah Tentang Nur Alam (Gubernur Sultra) Jilid : II

Gambar
     Puncak Kemerdekaan RI dan Puncak Kekalahan Nur Alam Puncak Kemerdekaan RI dan Puncak Kekalahan Nur Alam ZONASULTRA.COM, KENDARI  – Puncak Perayaan hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-72 pada 17 Agustus 2017 ini dirayakan gegap gempita seluruh masyarakat Indonesia yang merasa benar-benar “merdeka”. Titik puncak perayaan itu adalah upacara pengibaran bendera sangsaka Merah Putih. Jika di Istana Negara yang menjadi inspektur upacara (Irup) adalah Presiden Jokowi, maka di Sulawesi Tenggara (Sultra) seharusnya adalah Nur Alam yang sudah dua periode memangku jabatan gubernur. Momen ini adalah kesempatan terakhir bagi Nur Alam untuk manjadi Irup yang masa jabatannya akan berakhir pada Februari 2018. Sayang, Nur Alam saat ini tidak berada dalam kondisi megahnya suatu protokoler kegubernuran. Sebagai tersangka KPK, ia mungkin memang “merdeka” namun terbatas oleh jeruji besi Rutan Pomdam Guntur Jaya, Jakarta Selatan. Entah apa yang di...

“Rakyat Jelata di Bumi Merdeka"

Gambar
“Rakyat Jelata di Bumi Merdeka" Oleh:  " La Ode Muhamad Fardan"  °Penulis dari Suara Sebrang° Setiap tahun kita tak pernah lupa merayakan hari Kemerdekaan  negeri ini.  Tepatnya setiap tanggal 17 agustus seluruh lapisan masyarakat di Bumi Indonesia memperingati Hari bersejarah dengan kegiatan yang berkaitan pada perayaan  kemerdekaan . Sebagai  Bangsa yang menghargai jasa para pahlawan kita memang wajib menanamkan  patriotisme  dan  nasionalisme  pada diri kita dalam kondisi apa pun. Dari masa anak-anak  di sekolah, generasi muda dan siapun kita sepakat untuk menanamkan rasa  patriotisme  dan  nasionalisme . Jangan jadikan Kemerdekaan sebagai pelarian atau alasan untuk memerdekakan kepentingan perorangan atau golongan Mari kita lihat di sekeliling kita, seiring dengan derasnya arus modernisasi dan globalisasi di negeri ini rasa patriotisme  dan  nasionalisme  kita memang sedang di uji. Di mana-mana...